Syukur menggunakan nikmat untuk mendapatkan nikmat
0
comments
Bersyukur dengan mengucap Alhamdulillah akan membuat hati menjadi tentram dan damai. Dan, luar biasanya, bahwa bersyukur dengan mengucap Alhamdulillah membuat pribadi yang mampu menikmati apa yang telah dijalani. Jadi, artinya, sudah lebih banyak nikmat yang dirasakan dan benar benar riil dalam kehidupan nyata, dan meresponnya dengan beryuskur alhamdulillah.
Adapun demikian, kenyataan bahwa kekurangan selalu mengidap dalam relung benak individu adalah persoalan tersendiri yang musti diselesaikan.
Adapun demikian, kenyataan bahwa kekurangan selalu mengidap dalam relung benak individu adalah persoalan tersendiri yang musti diselesaikan.
Perasaan kekurangan akan nikmat itu sendiri perlu mendapatkan perhatian tersendiri dalam konteks syukur agar perasaan semacam itu tidak berimplikasi kepada aspek kehidupan lain. Tentu saja untuk menghilangkan perasaan kekurangan itu perlu mendaya gunakan syukur yang melibatkan panca indra dengan mana bersyukur untuk apa yang dilihat, bersyukur untuk apa yang didengar, dan bersyukur untuk apa yang dirasa.
Mengapa panca indra ini penting?
Karna kurangnya kesadaran betapa sebenarnya nikmat ALLAH telah diberikan secara berlimpah kepada manusia ini membuat kekurangan mulai muncul di benak. Dan, payahnya lagi bahwa kekurangan itu sendiri bersumber kepada kurang mampunya melihat nikmat yang berlimpah ruah.
Karnanya, untuk menghilangkan kesadaran yang kurang akan nikmat dan sekaligus ketidak mampuan melihat nikmat itu sendiri, maka perlu adanya mendayagunakan panca indra untuk menyentuh nikmat nikmat yang ada disekitar sangatlah penting. Sementara itu, pengelihatan, pendengaran, dan rasa adalah nikmat yang diberikan kepada ALLAH.
Karnanya, untuk menghilangkan kesadaran yang kurang akan nikmat dan sekaligus ketidak mampuan melihat nikmat itu sendiri, maka perlu adanya mendayagunakan panca indra untuk menyentuh nikmat nikmat yang ada disekitar sangatlah penting. Sementara itu, pengelihatan, pendengaran, dan rasa adalah nikmat yang diberikan kepada ALLAH.
Jadi artinya, bahwa menggunakan nikmat indra yang telah diberikan ALLAH, untuk menyentuh nikmat ALLAH lainnya.
Jika uraian di atas, dilakukan tidak hanya individu akan kehilangan perasaan kekurangan akan nikmat. Tetapi, justru sebaliknya, ia akan tenggelam ke dalam nikmat yang berlimpah ruah yang telah ALLAH berikan. Dengan demikian, kesadaran akan kekurangan akan berbalik dengan kesadaran baru, yaitu kesadaran kelimpahan nikmat yang telah ALLAH SWT berikan untuk manusia.